Analisis Korelasi Eta dalam Menentukan Hubungan antara Tempat Wisata dan Jumlah Wisatawan Mancanegara di Kota Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.70018/mb.v4i1.59Kata Kunci:
Korelasi, Tempat Wisata, Wisatawan MancanegaraAbstrak
Surakarta merupakan kota tradisional Jawa yang telah lama membentuk tata ruang kotanya secara unik dan spesifik. Surakarta dengan keraton sebagai salah satu titik awal tumbuhnya kebudayaan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan bahkan wisatawan mancanegara. Wisatawan mancanegara menjadi objek yang diteliti pada penelitian ini apakah mereka tertarik dengan tempat wisata yang ada di Kota Surakarta. Data penelitian ini bersumber dari BPS. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan korelasi Eta. Hasil menunjukan bahwa korelasi cukup lemah antara tempat wisata dan jumlah wisatawan mancanegara yang ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,114. Hal ini dapat diartikan wisatawan mancanegara kurang tertarik dengan adanya tempat wisata di Kota Surakarta. Oleh karena itu, pemerintah Kota Surakarta harus memiliki inovasi lebih agar tempat wisata di Kota Surakarta lebih menarik perhatian wisatawan mancanegara dan dapat dikenal di lingkup internasional.
Unduhan
Referensi
Azwar, Saifuddin. 2001. Asumsi-asumsi dalam Inderensi Statistika. Buletin Psikologi. Tahun IX, No.1.
Champion, Dean J. 1981. Basic Statistic for Social Research. Macmillan.
Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sutanto, H. D. dan Shandy, E. 2016. Pentingnya Promosi Guna Meningkatkan Minat Wisatawan Wisata Sejarah di Kota Lama Semarang. Jurnal Pariwisata persona 1 (1), 1410-7252. https//jurnal.unmer.ac.id
Widhiarso, Wahyu. 2010. Uji Linieratitas Hubungan. Fakultas Psikologi UGM.
Yoeti, Oka A. 1983. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Mabha Jurnal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

